Artikel

Produk Baru MultiBookStore Bulan Agustus 2016

Posted On Agustus 24, 2016 at 2:16 am by / 2 Comments

CINTA WADITRA: Mengenal dan Memainkan Gamelan, Angklung, Marawis

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W, keluarga, sahabat dan pengikut yang setia kepadanya.
Fenomena ramainya konser musik penyanyi dan grup band luar negeri di ibukota menjadi sorotan yang cukup ramai akhir-akhir ini. Penyanyi dan grup band terkenal dengan bayaran yang luar biasa itu silih berganti mengadakan konser di Indonesia. Di tengah muramnya kegiatan ekonomi dan usaha, ternyata berbanding terbalik dengan antusiasme generasi muda kita terhadap grup musik kegemarannya itu. Harga tiket yang fantastis pun selalu habis dalam setiap kali konser.
Sementara itu, mari kita bandingkan dengan betapa terseoknya seniman tradisional dalam negeri yang berusaha mempertahankan keeksisan kesenian tradisional. Pertunjukan Ludruk, wayang orang, tari tradisonal begitu sepi dari penonton. Jangankan mengapresiasi budaya tradisional, generasi muda pun rupanya sudah mulai malu untuk mengenal dan mempelajari budaya tradisional kita.
Tak kenal maka tak sayang, itulah salah satu yang menjadi landasan penulisan buku Mengenal dan Memainkan Waditra, Angklung, dan Marawis ini. Dengan mengenal alat kesenian tradisional ini diharapkan muncul ketertarikan generasi muda untuk lebih mempelajari kesenian tradisional.
Akhir kata penulis menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan buku ini. Penulis menyadari betul bahwa penyusunan buku ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan sumbang saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan buku ini.

TEMATIK ULUM AL-QUR’AN

Ulum Al-Qur’an (UQ) berarti ilmu-ilmu Al-Qur’an, sebab kata ulum merupakan  jamak dari ilmu. Pengertian UQ memberi kesan sebagai kumpulan ilmu yang lahir dari Al-Qur’an, baik dari segi bahasanya maupun makna/isi kandungan ayat-ayatnya yang berjumlah ribuan (30 juz, 114 surat, 554 ruku dan 6236 ayat). Pada sisi lain UQ memberi kesan pula sebagai koleksi ilmu selain UQ yang diperlukan untuk memahami hakikat, eksistensi dan fungsi Al-Qur’an sebagai suatu hal yang fenomenal/realitas dalam ruang dan waktu, baik segi ilmu bahasa Arab, ilmu sosial, ilmu sejarah, ilmu astronomi, ilmu biologi, maupun ilmu-ilmu lainnya yang dapat menjelaskan dan memperkuat isi kandungannya. Nampaknya selama ini para pakar UQ lebih memahami kesan pertama, yakni, UQ sebagai koleksi ilmu yang tumbuh dan berkembang sebagai hasil atensi, apreasiasi, dan kajian ilmiah tentang Al-Qur’an dari aspek bahasa dan makna ayat-ayatnya. Walau demikian, pada perkembangan selanjutnya kesan keduapun, yakni mengenai makna dan isi kandungannya mulai dipertimbangkan mengingat betapa pentingnya ilmu-ilmu bantu selain bahasa Arab, dalam memahami totalitas Al-Qur’an. Hal ini terlihat nampak dalam wilayah kajian UQ yang pernah dilakukan oleh beberapa pakar, mulai dari  para perintis lahirnya UQ sampai sekarang di zaman modern. Kajian tentang Ulum Al-Qur’an secara tematik sangat penting sehingga eksistensi dan fungsinya akan nampak jelas bahwa Al-Qur’an sebagai Kitab Ilahi Yang Suci, baik sebagai sumber hidayah maupun ilmiah bagi seluruh manusia yang berakal sehat.

TAFSIR AYAT HUKUM PIDANA ISLAM (Tafsir Ahkam Jinayah)

Al-Qur’an adalah dokumen Ilahi tentang diri-Nya dan segala ciptaan-Nya.Ia sebagai sumber ajaran bagi kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya yang mencerminkan relasi vertical dan horizontal. Sebagai suatu fakta, ia adalah sebuah kitab (tulisan) yang berbahasa Arab yang terhimpun dalam bentuk surat (114) dan ayat-ayat sebagai sandi utamanya. Karena itu, ia merupakan kitab terbuka (on line) untuk selalu dapat dipelajari sepanjang zaman dan dalam kondisi apapun. Dari jumlah 114 surat yang bersandikan ribuan ayat, diperoleh isyarat bahwa Al-Qur’an mengemban visi rahmah li al-‘alamin sebagai perwujudan sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalimat basmalah sebagai pembuka pada awal setiap surat, kecuali surat al-taubah, semakin mempertegas visinya. Konsekwensi logisnya, setiap ajaran dalam berbagai aspeknya berpijak pada visi untuk mewujudkan kasih sayang (rahmat). Dengan kata lain, perwujudan visi yang berupa misi-misi atau tuntutan hukum tetap berjalan dalam rangka terciptanya kasih sayang Allah, tak terkecuali dalam menjalankan hukum yang selama ini dikesani sadis dan menakutkan padahal hukum ditegakkan untuk melindungi hak hidup setiap individu bahkan umum (umat) sehingga tetap terjaminnya kelangsungan hidup yang harmonis (maslahat). Sudah barang tentu, suatu hak tidak akan terwujud tanpa diimbangi dengan terpenuhinya kewajiban-kewajiban. Singkatnya, hukum Islam bertujuan mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Dalam kontek ini, maka kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang hukum (ayat al-ahkam) mendapat perhatian serius dari para fakar tafsir Al-Qur’an (mufassirin) sehingga muncul berbagai tafsir yang berorientasi pada kajian ayat-ayat hukum, baik yang disajikan secara umum maupun secara khusus berapa tema-tema tertentu (tafsir tematik). Tafsir ayat  hukum pidana Islam (ayat ahkam jinayah) adalah salah satu model kajian ayat hukum pidana menurut hukum Islam tentang bentuk-bentuk perbuatan manusia yang dianggap melaggar hukum (alat penjamin hidup), baik yang disanksi secara tegas (hudud), kesetaraan atau keseimbangan (qishas) maupun secara edukatif (ta ‘zir).

2 thoughts on “Produk Baru MultiBookStore Bulan Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *